Jumat, 06 Maret 2015

hay, hanya ini



dp bbm terbaru







Hay itu yang kuucapkan dalam hati. Kamu tau, akhirnya aku mengetahui namamu. Mungkin kamu tak peduli aku mengetahui namamu bahkan menyadari pun juga tak pernah apalagi mengenaliku tahu wajahku juga tidak. Tertawa lepas, bercanda, memeberikan cinta, bermain terasa sempurna hidupmu. Mungkin disini hanya aku yang memperhatikan itu dan kamu mungkin tak menyadari.


Belum sempat aku mengetahui lebih banyak lagi tentang mu, mungkin memang hanya ini yang bisa ku gambarkan dan kutuangkan dalam tulisan. Perpisahan sudah mendekat kita akan berpisah. Uups salah maksud ku aku yang akan berpisah denganmu aku takkan bertemu lagi kamu di ruangan ini. Apa memang takdirku seperti ini?
disetiap perjalanan hidupku selalu ada pepisahan. Oh atau mungkin preepsi ku saja yang salah tuhan tak memberi perpisahan melainkan kita sendiri yang membuat itu sebagai hal yang telah berakhir. Memang ini perjalanan hidup, kamu bisa bertemu dengan siapapun di dalam hidupmu tak terkecuali orang yang kamu "anggap" bisa membuatmu senang, bahagia, tertawa sendiri saat berpapasan dengannya atau apalah itu.Tapi mungkin disetiap orang yang hadir dihidupmu tak selamanya bisa kamu miliki atau ada di sisimu selalu, mungkin tuhan mempertemukan mereka dalam hidupmu hanya sebagai pemberi semangat atau semacamnya. Percayalah ini bukan perpisahan yang kamu fikirkan sekarang. Tuhan akan memberikan dia yang lain dalam setiap perjalanan hidupmu sampai akhirnya kamu menemukan dia yang bisa mendekatimu, yang menyadari kalo kamu memperhatikan dia, yang mengetahui namamu dan bukan hanya kamu yang mengetahui namanya, yang ingin berkenalan denganmu juga, yang makin lama bisa mengenali wajah mu.

Sabtu, 22 November 2014

Tidak ada Kesempatan untukku

cafe Dinar, seperti biasa aku menikmati kesendirianku di cafe ini, duduk sendiri diantara keramaian orang. Aku menempati ruang pojok jendela sambil sesekali menikmati rintiknya hujan. Terkadang aku sempat berfikir untuk diriku sendiri, kenapa aku seperti ini, kenapa aku selalu sendiri, kenapa aku tidak memiliki kekasih sampai detik ini. Orang yang kusukai selalu tidak pernah balik menyukaiku dan malahan orang yang kusuka sudah memiliki kekasih. Begitulah siklus yang kualami. Bukankan manusia berhak mencintai orang yang benar-benar layak untuk di cintai?
Tapi hal itu seakan akan tabu ditelingaku. Aku tak pernah benar-benar merasakan mencintai orang yang benar-benar kucintai. Tuhan seperti tak adil padaku.

"hey Gi"
aku terkejut mendengar suara itu, suara berat yang membuyarkan lamunanku seperti tak asing ditelinga.

"kamu" aku memicingkan sedikit mataku, untuk memastikan yang berada di depanku benar-benar dia.

"kenapa Gi, ko mukanya kayak gitu?"

"g..ga papa Dim, kaget aja ketemu kamu disini" aku gia. Jawab kaku.
Tuhan kenapa dia dateng di kehidupan ku lagi. Membuat rasa dagdigdug yang dulu muncul kembali.

"sendirian aja Gi?"

aku hanya mengangguk.
Canggung mulai menghantui antar kita. seakan akan tak ada hal yang ingin dibicarakan. Aku sempat sedikit mencuri pandang kearahnya melihat bagian-bagian yang sudah mulai berubah dan aku ingin menyimpannya di dalam memory otakku untuk kubawa pulang dan kuingat sewaktu aku merindukannya. Badannya lebih tegap dan berisi, rambutnya mulai sedikit gondrong, lebih tampan seperti ini. mukanya lebih dewasa sekali.

"oh iya Gi mau minum apa?".Dimas memecahkan kesunyian yang berlangsung berapa menit yang lalu.

"aku udah minum ko, kamu aja yang mesen deh"

"Gi mumpung aku ketemu kamu disini aku mau ngasih ini". Tiba-tiba Dimas mengeluarkan benda berbentuk persegi panjang dari dalam tasnya seperti undangan, ya tepatnya undangan pernikahan. Disitu tertulis wedding card M. Dimas Spautra dan Siska Novianti akan melangsungkan pernikahan pada tanggal 12 Oktober 2012.
Tuhan cobaan apa lagi yang engkau berikan. Apakah engkau tidak senang melihat aku bahagia. Sedikit saja. Kufikir engkau mempertemukan dia dengan ku untuk mengembalikan senyumku yang sejak lama tak pernah kuberikan untuk pria lain kecuali dia yang ada didepan ku. Kenyataan yang kulihat sekarang di meja itu ada sebuah wedding card yang sebentar lagi pria didepan ku akan menjadi suami perempuan lain. Aku merunduk dan air mata pun tak tertahan keluar dari pelupuk mataku. Tak peduli Dimas melihatku menangis.

"Gi maaf, akhirnya Dimas bersuara.
Sebenarnya aku tau udah lama dari Sarah kalo kamu ada rasa dengan ku. Tapi maaf aku tak bisa membalas  perasaanmu, yang ada di hatiku sekarang hanya Siska calon istriku. Tolong jangan berharap lebih dengan ku Gi karena aku gak baik buat kamu. Aku yakin kamu bisa menemukan lelaki yang pantas untukmu yang jauh lebih baik dari aku. Sekali lagi aku minta maaf. Kuharap kita masih bisa jadi teman".

"Untuk apa kamu minta maaf, maaf mu tidak akan memperbaiki semua yang udah terjadi. Akhirnya Gia bersuara masih dengan air mata yang menetes. Kufikir selama ini aku mencintai orang yang tepat, tapi ternyata aku salah. Aku terlalu  bodoh dengan perasaan ku, aku terlalu bodoh menyia-nyiakan waktu ku untuk tetap mencintaimu. Trimakasih sudah datang di kehidupanku, trimakasih sudh menjadi 'TEMAN' untukku. Trimakasih sudah membuat perasaanku terombang-ambing."
Dimas berdiri mematung membelakangi Gia. Tadinya dia mau langsung meninggalkan cafe ini setelah tiba-tiba Gia mengeluarkan kata-kata yang menurut Dimas sarkasme. Dimas ingin berbalik melihat keadaan perempuan itu, tapi kakinya seperti tak sanggup untuk mendekati perempuan itu. Jika Dimas kembali ketempatnya masalahnya akan menjadi panjang. Dimas selalu tak tega melihat perempuan menangis tapi untuk kali ini Dimas tega. Dia malah langsung berjalan meninggalkan cafe Dinar dengan dilihat banyak sorot mata yang menyaksikan kejadian tadi.

12Oktober 2012
 hari ini 12 oktober. Tak ada tetesan air mata yang berkumpl di pipiku. Di depanku Dimas bersama calon istrinya. uum aku harus berkata jujur mereka berdua sangat serasi. Dibalut dengan gaun cantik berwarna abu-abu, begitupun sang lelaki memakai jas berwarna senada dan dekorasi pernikahannya dibuat sangat apik.

Mungkin benar seperti ini, dari awal tak pernah ada namaku di takdirmu. Takdirmu memang benar bersama wanita yang sekarang berada di sampingmu, yang kau sematkan cincin itu di jari manisnya.















Sabtu, 01 November 2014

Catatan Adrian



kenalin nama gue Adrian Oktaviana Pradipta. Gue kuliah di salah satu universitas swasta di Jakarta. Gue mahasiswa akhir, ya mungkin bisa dibilang gue bolak balik kampus cuma buat nyari bahan skripsi atau engga nemuin dosen pembimbing. Mungkin juga kalo ada waktu luang gue nyamperin cewe gue. Kerjaan gue gak cuma skripsi-kampus-cewe, gue juga kerja di salah satu asuransi always listening always understanding. Gue kerja dari senin sampai jumat udah kaya anak sekolah kan tuh liburnya sabtu minggu aja, itu juga sebenernya bukan libur gue harus ngerjain skripsi gue. Tiap hari kaya gitu sampai pernah tiga minggu gue gak ngasih kabar, tiba-tiba cewe gue nelpon minta ketemuan yaudah gue turutin. Pas ketemu malah diem, gue tanya ke cewe gue kenapa ? kok manyun si?  ngambek nih ceritanya? ga usah drama deh ah, ga usah kaya di ftv ftv deh. Tadi minta ketemu sekarang malah gini.
Ternyata ngertiin perasaan cewe itu susah ya, kadang kitanya mau ngertiin tapi dianggepnya beda sama si cewe. Duh ribetnya makhluk tuhan yang satu ini. Untung sayang.
"ih kamu tuh ga ngerti banget si, tiga minggu ngilang ga ngasih kabar hpnya juga mati terus, ga ke kampus kampus"
"aku kan kerja sama kadang ngerjai skripsi, jangan nangis dong sa malu diliatin orang. Aku minta maaf"
"bodo amat, enak banget minta maaf, males ah ngomog sama kamu".
Sebelum sasa pergi adrian langsung narik tangan sasa dan memeluknya.
"maaf sa, aku terlalu sibuk kerja sampe lupa kasih kabar, aku kaya gini buat masa depan aku"
"tapi ga gitu juga dong, kerja terus ga mikririn pacarnya, tau ga si aku fikir kamu punya cewe lain"
"cewe lain? enggalah sa, boro-boro nyari cewe lain. Dapetin cewe yang aku peluk aja susah masa di siasiain si. Tau ga si sa aku kerja kaya gini tuh buat nabung buat nanti ngelamar kamu tau"
sasa mencubit pinggang adrian "ih gombal banget kamu, ih gamau dilamar aku belum mau nikah tau"
"yaudah aku tunggu sampai kamu mau" adrian langsung mencium kening sasa dan meminta maaf sekali lagi.

Ternyata kalo cewe lagi ditanya terus dia malah diem itu pasti ada apa-apanya, atau engga kalo misalkan ditanya terus jawabnya gapapa pasti ada apa-apanya. Mungkin ga semua cewe kaya gitu. Tapi pasti adalah didunia ini setengahnya seperti itu.

Hay para gadis tolonglah jangan kaya gitu, cowo juga butuh di ngertiin bukan cewe doang. Mungkin cerita yang diatas memang salah cowonya tapi, seengaknya kalo ketemu jangan diem, kasih tau aja kalo misalkan kamu ga suka kalo cowo kamu ga ngasih kabar sampai tiga minggu. Kalo diem kan kita ga tau apa yang lagi dipikiran para cewe cewe


Senin, 23 Juni 2014

Kasih Tak Sampai

Ketahuilah manusia didunia ini gak luput dari ketidaksadaran.
Hingga takdri di atas berkata lain dan pada akhirnya manusia didunia ini gak luput dari penyesalan.
Mungkin ini,, buat semua yang kehilangan. Mungkin kata-kata ini mewakili semuanya yang terlambat.
memang.....
semuanya gak akan bisa terulang kembali seperti sedia kala. tapi, percayalah setiap doamu selalu membuat orang yang disana tersenyum.

***

Aku menyayangimu, kau segalanya bagiku. Ku akui memang aku gengsi mengatakan ini padamu. Tapi setelah kau pergi, aku sadar. Seharusnya aku dari dulu mengatakan ini padamu.

Sekarang semuanya sudah terlambat. Kau tak akan pernah mendengar pengakuanku ini.


maafkan
maafkan aku buk.
Mungkin kecintaanku padamu belum seberapa, dibandingkan engkau yang mencintaiku dengan tulus dari dulu.

maafkan
maafkan aku buk, yang sering menyakiti hatimu. Mungkin permintaan maafku ini tidak sebanding dengan kebaikan hatimu, dan kasih sayangmu padaku.

maafkan
maafkan anakmu ini yang selalu membuat ulah.



buk.....
Apakah kau mendengarkanku?
aku merindukanmu. aku ingin memelukmu.

***

"Katakan sekarang, sebelim semuanya terlambat"

Jumat, 25 April 2014

Menunggu

Aku tak tahu perkataan yang kamu ucapkan akan berujung indah atau tidak.
Aku tak tahu perkataan yang kamu ucapkan hanya sebatas kata yang keluar dari mulut atau kepastian.
Aku tak tahu perkataan yang kamu ucapkan akan kamu tepati atau tidak. Aku tak yakin.




yang aku tahu kamu berkata padaku dan menyuruhku untuk 'menunggu'.
Aku tak mengerti, mengapa kamu menyuruhku menunggu.
Bukankah kita berdua sudah mengetahui perasaan satu sama lain?
kamu membingungkan. Tak ada perkataan yang keluar dari mulut mu seperti 'maukah kamu jadi kekasihku'
lalu mengapa kamu menyuruhku untuk menunggu, untuk apa?

dan sekali lagi kamu hanya mengatakan "sudahlah nanti kamu akan tahu.

semua kegundahan hatimu ini kan terjawab, semua ketidak mengertianmu akan sesuatu yang jelas akan kamu ketahui setelah semua urusanku selesai. aku berjanji akan kembali kesini dan kamu, berjanjilah akan menunggu ku kembali.

Rabu, 16 April 2014

Menganalisa

Aku diam.
Aku terpaku pada sosok yang berhadapan denganku. Ya memang, itu hanya sosokku yang kulihat lewat cermin. Aku berkata lirih

"ya aku tahu, kamu memang lebih segala-galanya dariku. Kamu lebih cantik, kamu lebih smart dan mungkin dimata pria itu kamu lebih sempurna. Sedangkan aku?
Aku sangat jauh berbeda denganmu. Aku tak ada apa-apanya dibanding kamu. tak ada yang bisa kubanggakan. Ibarat bunga dengan rumput. Rumput hanya akan di pandang sebelah mata saja, bahkan hanya bisa di injak-injak, tak ada yang menyukai rumput. Sedangkan bunga, bunga akan tumbuh menjadi indah dan tidak ada yang menginjaknya dan mungkin jika ada yang merawatnya bunga itu akan menjadi cantik dan banyak disukai orang.

Kamu yang terlebih dahulu masuk di kehidupan pria itu. Kamu juga yang terlebih dahulu memikat hati pria itu, sampai kapan pun itu tak akan pernah berubah. 
 "aku kalah bahkan jauh sebelum mulai angkat senjata". Windhy Puspitadewi

sebut saja aku pesimis. Aku akan menjadi butiran pasir pantai yang kelakakan terbawa ombak laut.Aku akan membawa mati semua rahasia hatiku dan membiarkan kesedihanku terbawa ombak itu. Sekarang mungkin kamu memang ada di hidupku, tapi bukan untuk kumiliki.

"kerjap mata indahmu hanya untuk dia dan selamanya itu tak akan pernah berubah. Meski begitu, kenapa aku tidak berusaha berbalik dan mencari jalan keluar dari bayang-bayang dirimu? Mungkin memang sudah begini takdir rasaku. Cintaku padamu tak akan pernah melambung ke langit ketujuh".
Windhy Puspitadewi

Kamis, 10 April 2014

Dua Jalan

Malam sudah terlalu ralut. Diandra tak kunjung tidur.   
Diandra tak kuasa menahan tangisnya. Aku sangat merindukanmu, batinya. kenapa kamu meninggalkanku?
 padahal ada yang ingin kukatakan padamu.
 Air mata itu tak lama mereda, Diandra pun tertidur.


*** 


aku dimana?. Tempat ini indah sekali.

"memang tempat ini indah". Aku Yogi berdiri dari duduknya.

Ayo aku ajak kamu jalan-jalan di taman ini. Diandra pun mengikuti Yogi.

mengapa muka kamu bersedih terus?

sudahlah jangan bersedih terus. Aku yakin orang yang kamu sayang tak ingin melihat kamu seperti ini. Tersenyumlah jangan menangis lagi. Semua ini sudah menjadi takdir yang kuasa.



 Yogi aku ingin mengatakan sesuatu padamu.......

Kembalilah, aku merindukanmu, aku ingin melihatmu lagi, jangan tinggalkan aku.

Diandra..panggil Yogi dengan lirih sambil menyeka air matanya.

Kamu tak perlu mengatakan apapun padaku, aku sudah mengetahuinya. Aku tak bisa kembali, tempatku disini. Jika kamu merindukan aku, lantunkan doa untukku.

Kalo gitu aku ingin ikut denganmu.Boleh kan?



 Tidak. Tidak boleh. Disini bukan jalanmu. Kamu belum waktunya berada disini. Kembalilah bersama mereka, bersama keluargamu, bersama sahabt-sahabatmu yang masih ada diduniamu. Berjanjilah setelah ini jangan bersedih lagi.



Tapi... aku mencintaimu, aku meridukanmu.

Diandra mengejar-ngejar cahaya putih yang semakin menjauh. Jangan tinggalkan aku.

'Diandra menangis'



Taklama Diandra terbangun. Kenapa itu hanya mimpi. Aku fikir itu kejadian nyata. Nafasnya tersengal-sengal seperti orang abis berlari.